✔ 8 Adab Masuk WC Menurut Syariat Islam yang Perlu Kita Ketahui

Iklankan Bisnis Anda

Mulai 99ribu/bulan, bisa pasang iklan jasa sedot wc, saluran mampet, dll di website kami, contoh iklan klik link : Contoh Iklan

Apa Anda sering bernyanyi di kamar mandi? Atau selama ini kerap masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan? Mulai sekarang sebaiknya segera menghentikan kebiasaan tersebut karena syariat Islam ternyata tidak memperbolehkannya. Selain itu inilah adab masuk WC lainnya yang wajib diketahui seluruh umat Islam.

Adab Masuk Kamar Mandi Menurut Ajaran Islam

Tidak hanya tentang ritual keagamaan, Islam memiliki aturan untuk seluruh segi kehidupan para pemeluknya. Ini juga termasuk aktivitas sehari-hari kita, salah satunya menggunakan kamar mandi. Begini adab-adab masuk wc dan manfaat/hikmahnya.

1. Membaca Doa Masuk WC

Tidak jauh berbeda dengan aktivitas lainnya, seorang muslim sebaiknya juga membaca doa ketika hendak masuk kamar mandi. Rasulullah saw mengajarkan satu doa yaitu:

“Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

Sebelum membaca doa jangan lupa mengucapkan basmalah agar golongan setan tidak melihat aurat kita. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw dari Imam al-Tirmidzi dari Sayyidina Ali, 

“Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan ‘bismillah”.

Jangan lupa bahwa doa ini dibaca sebelum masuk WC, bukan saat sudah berada di dalam ruangannya.

2. Mendahulukan Kaki Kiri

Adab ini adalah sesuai kebiasaan Rasulullah, yaitu mendahulukan perkara yang baik dengan kaki/tangan kanan. Sementara untuk kegiatan yang kurang baik, didahului dengan tangan atau kaki kiri.

Kamar mandi identik dengan kotoran dan najis, jadi Rasulullah selalu mendahulukan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu untuk memasukinya. Dalilnya adalah hadits Nabi Muhammad saw

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّه  

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Muslim, No. 268)

3. Meninggalkan Barang-Barang yang Mengandung Tulisan Nama Allah di Luar WC

Kamar mandi adalah tempat untuk buang hajat sehingga tempatnya kotoran dan najis. Karena itu ruangan tersebut tidaklah layak untuk nama Allah yang suci dan mulia baik dalam bentuk perhiasan, aksesoris, buku, Al-Qur’an, dan seterusnya.

Dalilnya berkaitan dengan surah Al-Hajj ayat 32.

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“żālika wa may yu’azzim sya’ā`irallāhi fa innahā min taqwal-qulụb”

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”

“Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya. Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat.”

Syaratnya, hendaknya tulisan nama Allah ditutup rapat, misalnya dibungkus atau dimasukkan ke dalam kantong baju. 

4. Tidak Berdiam Terlalu Lama 

Kamar mandi adalah tempat berkumpulnya setan, sebagaimana hadits Rasulullah saw, yang diriwayatkan Zaid bin Arqam radhiyallahu anhu, 

“Sesungguhnya toilet ini dihadiri setan. (HR. Ahmad 19807, Abu Daud 6, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Karena itu hindari berdiam terlalu lama di dalamnya, walaupun setan menggoda manusia dengan berlama-lama di rumahnya. Jadi mulai sekarang hindari kebiasaan bermain ponsel di kamar mandi, segera keluar setelah aktivitas ke belakang sudah tuntas.

5. Tidak Membuang Hajat dengan Menghadap maupun Membelakangi Kiblat

Aturan agama Islam melarang untuk membuat hajat dengan arah menghadap ataupun membelakangi kiblat. Untuk kita umat muslim di Indonesia, berarti posisi WC seharusnya menghadap ke utara atau selatan, mengingat kiblat kita menghadap ke barat.

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Artinya: “Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari, No. 394)

6. Diam Ketika di Dalam Kamar Mandi

Adab di kamar mandi selanjutnya adalah menjaga mulut alias tidak berbicara atau menyanyi saat tengah berada di dalamnya. Alasannya adalah Allah sangat membenci perilaku ini karena WC bukanlah tempat yang cocok untuk aktivitas mengobrol. Pada suatu riwayat dijelaskan:

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ.

Artinya: “Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya. (HR. Muslim, No. 370)

Namun ada suatu pengecualian untuk kondisi tersebut. Syaikh Abu Malik menjelaskan, pada kondisi darurat. Misal saat seseorang meminta air atau bertanya tentang sesuatu yang mendesak. Penjelasan ini bisa dilihat dalam buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

7. Tidak Beristinja/Membasuh dengan Tangan Kanan

Adab ini masih berkaitan dengan kebiasaan Rasulullah yang menggunakan tangan kiri untuk aktivitas yang berhubungan dengan kotoran atau najis. Sementara tangan kanan adalah untuk aktivitas yang baik seperti makan dan yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Qotadah,

“Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267).

8. Adab Keluar Kamar Mandi Sesuai Sunnah

Setelah kegiatan yang berkaitan dengan WC tuntas, hendaknya segera keluar dari kamar mandi. Dahulukan untuk melangkahkan kaki kanan dan saat sudah berada di luar membaca doa: 

Ghufronaka”

Artinya: “Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu.”

Itu dia adab masuk WC, termasuk etika ketika berada di dalam kamar mandi sesuai syariat Islam. Seluruh aktivitas harian, termasuk yang sering kita anggap remeh bisa bernilai ibadah jika didahului dengan berdoa mengingat-Nya serta menjalankannya sesuai aturan agama. Ini juga termasuk aktivitas ke belakang yang pasti setiap hari kita lakukan.